Tag: Apakah Anak Hiperaktif Harus Diberi Obat atau Sekedar Terapi

Apakah Anak Hiperaktif Harus Diberi Obat Atau Sekedar Terapi

Perlu Diketahui Peran Orang Tua Sangatlah Penting Dalam Menangani Buah Hatinya Yang Berada Dalam Kondisi Hiperaktif Serta Mengkonsumsi TNM Obat Yang Alami Dan Terpercaya

Attention Deficit Hyperactive Disorder atau ADHD merupakan penyebutan ilmiah dari anak yang menderita hiperaktif, namun yang jadi pertanyaannya adalah apakah anak hiperaktif harus diberi obat atau tidak. Bagi sebagian orang tua, memiliki anak yang dalam kondisi hiperaktif tentunya akan sangat khawatir. Sekalipun demikian, orang tua juga harus menyikapinya dengan tenang agar nantinya juga dapat lebih mudah dan maksimal dalam menangani buah hati yang menderita hiperaktif tersebut.

Penelitian Mengenai Anak Hiperaktif

Banyak penelitian yang kemudian dilakukan oleh para ahli mengenai gangguan pada anak ini. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa anak yang mengalami kondisi dari hiperaktif tersebut memiliki gangguan pada otak atau terdapat hal yang salah pada otak. Adapun penelitian yang dilakukan yaitu dengan cara menggunakan alat yang dapat melakukan pencitraan pada otak.

Kelainan yang terjadi pada anak dengan kondisi hiperaktif berada pada bagian depan otak dan juga adanya senyawa kimia yang menyebabkan anak mengalami kondisi ini sejak ia dilahirkan. Selain itu juga, kondisi dengan otak yang lebih kecil khususnya otak bagian kanan merupakan kondisi di mana anak akan mengalami gangguan seperti halnya hiperaktif. Maka dengan kata lain, hiperaktif merupakan gangguan yang dimiliki oleh otak.

Ciri – Ciri Antara Anak Yang Aktif Dan Anak Yang Hiperaktif

Tentunya dari penyebutan pun akan terlihat perbedaannya antara anak yang aktif dan juga hiperaktif. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk memperjelas apa yang dimaksud dengan kedua istilah tersebut agar nantinya dapat benar-benar dapat membedakan keduanya terutama saat menangani seorang anak.

Umumnya, anak akan terlihat hiperaktif atau tidaknya saat menginjak usia kurang lebih sekitar tiga tahun. Mereka akan memiliki pemikiran yang lebih lambat dari anak seusianya. Sehingga terkadang banyak yang beranggapan bahwa anak yang memiliki kondisi hiperaktif dapat sangat cerdas atau bahkan juga sangat kurang atau degan kata lain bodoh. Selain itu juga, kecenderungan untuk rentan mendapatkan penyakit seperti misalnya penyakit asma, penyakit eksim atau kulit ataupun penyakit gatal-gatal membuat anak hiperaktif dikatakan sangat rentan mengalaminya. Namun apakah anak hiperaktif harus diberi obat harus diketahui dulu sebelumnya melalui ciri-ciri anak hiperaktif.

Namun sebenarnya, ciri-ciri yang dimiliki oleh anak dengan kondisi hiperaktif tergantung dari jenis anak yang mengalaminya. Dengan kata lain, pola pikir anak yang mempengaruhi bagaimana ciri-ciri dari anak yang memiliki kondisi hiperaktif. Baik dari pola pikir mereka maupun juga dari didikan orang tuanya. Berikut ciri-ciri yang menunjukan anak memiliki kondisi hiperaktif, di antaranya yaitu;

  1. Tidak suka memiliki banyak teman; namun memiliki sifat yang cenderung agresif, akan tetapi tidak suka untuk diperhatikan, dan juga tidak suka untuk bermain. Mereka terlihat agresif namun nyatanya pasif terutama dalam hubungan sosial.

  2. Memotong pembicaraan; dan itu sering dilakukan oleh mereka atau anak yang memiliki kondisi hiperaktif. Mereka juga cenderung senang berkata-kata dengan suara yang sangat keras hingga berteriak keras.

  3. Tidak dapat tenang; dengan kata lain, anak-anak dengan kondisi hiperaktif cenderung tidak bisa tenang saat ingin melakukan sesuatu. Hal tersebut juga bahkan terjadi sekalipun saat mereka ingin tidur. Mereka akan berperilaku tidak tenang sampai mereka benar-benar akan tertidur.

  4. Mereka tidak memiliki kesabaran; dan meskipun mereka tidak suka memiliki teman, mereka cenderung sangat jahil dan mengganggu temannya atau bahkan orang lain yang mungkin saja tidak pernah bertemu sebelumnya. Ketidaksabaran mereka pun bisa jadi karena adanya penyebab dari tingkah laku tidak tenang mereka saat menginginkan sesuatu.

  5. Memiliki keberanian untuk melawan; juga merupakan ciri-ciri dari anak yang mengalami kondisi hiperaktif. Karena sosialisasi mereka yang sangat minim dan juga pasif. Anak dengan kondisi hiperaktif juga cenderung pelit dan tidak mau berbagi apapu bahkan dengan taman sebayanya sekalipun. Mereka akan cenderung melawan hingga merusak benda atau barang yang ada di sekitar mereka saat sedang melakukan perlawanan.

  6. Tidak mudah lelah; tentunya merupakan ciri yang paling sangat terlihat bagi anak yang hiperaktif. Mungkin mereka terlihat tidak pernah cape atau bahkan merasa ngantuk sekalipun. Padahal apda nyatanya mereka juga merasakan hal tersebut namun dengan cara yang berbeda dalam menunjukannya.

  7. Tidak fokus; mereka jarang terfokus pada satu hal yang bahkan ada di sekitar mereka. Dengan kata lain, anak dengan kondisi hiperaktif cenderung seperti memiliki dunia mereka sendiri sehingga tidak memerlukan sosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.

Lain halnya dengan anak aktif yang tentunya tidak salah untuk diketahui. Anak aktif juga memiliki tingkat khususnya kekuatan dalam melakukan suatu aktifitas atau kegiatan apapun. Mungkin sekilas hampir mirip dengan anak hiperaktif, akan tetapi sebenarnya sangat dapat dibedakan dalam beberapa poin-poin tertentu. Misalnya saja, anak yang aktif memang tidak mudah lelah dalam melakukan suatu hal apapun, akan tetapi mereka memiliki tingkat fokus yang sangat tajam terutama pada apa yang ada di sekelilingnya.

Kemudian, mereka juga memiliki kesabaran yang tinggi dalam melakukan sesuatu. Baik dalam hubungan sosial, solidaritas dapat ditemukan pada anak yang aktif. Dan mereka juga akan beristirahat meskipun hanya sebentar saat merasa cape.

Melakukan Terapi Pada Anak Hiperaktif Oleh Orang Tua Di Rumah

Mengatasi anak dengan kondisi hiperaktif memang bisa dikatakan cukup sulit untuk dilakukan. Sehingga tak jarang jika orang tua memilih untuk memberikan anaknya yang hiperaktif di tempat penanganan khusus. Akan tetapi, pera orang tua tetap harus lebih besar dalam menangani buah hatinya yang berada dalam kondisi hiperaktif.

Selain itu kondisi dari anak hiperaktif juga sangat berbeda dengan anak pada umumnya. Terkadang mereka akan memberikan kesulitan terutama untuk orang lain karena hubungan sosial mereka yang tidak baik. Namun dukungan penuh dari orang tua adalah hal yang paling utama. Berikut terapi yang harus dilakukan di rumah oleh orang tua untuk anak hiperaktif;

  1. Memberikan aturan yang jelas; sehingga mereka dapat menerapkannya dengan jelas dan juga memahaminya dengan pasti. Tentunya amembuat aturan jangan hanya sekedar aturan saja, berikan hukuman dan juga penghargaan atau yang disebut dengan reward dan punishmen.

  2. Berikan dukungan; ingatlah bahwa anak hiperaktif bukanlah anak yang nakal. Mereka hanya memiliki gangguan dalam otak mereka sehingga memiliki ingkah laku yang mungkin saja mengganggu bagi orang lain. Akan tetapi jika dilakukan terapi melalui pemberian alasan yang jelas pada anak meskipun itu tidak mudah.

  3. Memberikan penguatan yang positif; saat anak melakukan tugas dan menyelesaikan dengan tepat. Makah al yang harus dilakukan adalah pujian yang positif sehingga anak mengenal hal yang benar dan juga hal yang tidak benar. tentunya hal yang benar harus ditekankan sebagai penguatan nilai yang posistif.

450Itulah cara terapi yang dapat dilakukan di rumah oleh orang tua, sekalipun masih banyak jenis terapi lainnya. Jangan terlalu terburu-buru untuk menggunakan terapi dengan obat. Kalaupun akan memberikan obat, hal yang tepat adalah dengan bahan alami herbal. Salah satunya yaitu TNM yang dapat dibeli di situs http://vitaminanak.net/autis/ sebagai jawaban atas apakah anak hiperaktif harus diberi obat, jawabannya yaitu obat dengan bahan herbal yang alami.